Porto

parlemen

Mahyudin: Di Era Reformasi Baru Disadari Arti Penting Pancasila

Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Jawa Tengah, 26 Oktober 2016, Wakil Ketua MPR; Mahyudin mengatakan Sosialisasi 4 Pilar MPR yang diselenggarakan oleh MPR adalah amanat UU. No. 17 Tahun 2016. Mahyudin mengatakan sosialisasi Pancasila pada jaman Presiden Soeharto dilakukan sangat massif. Dulu saat mahasiswa baru diberi Penataran Pancasila (P4) selama [ selengkapnya ]

Mahyudin Mengetes Hafalan Pembukaan UUD 1945 Mahasiswa UNISSULA

Agar tidak membosankan, saat memberi Sosialisasi 4 Pilar MPR kepada ratusan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Jawa Tengah, 26 Oktober 2016, Wakil Ketua MPR Mahyudin mengetes hafalan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. "Siapa yang hafal pembukaan UUD," tanya Mahyudin kepada para peserta sosialisasi. Tak lama, ada mahasiswa yang mengangkat tangan dan disuruh maju oleh Mahyudi [ selengkapnya ]

Mahyudin Mendukung Dibentuknya Tim Saber Pungli

Wakil Ketua MPR; Mahyudin mendukung Pemerintah Jokowi membentuk tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (saber pungli) terutama di daerah. "Karena ada beberapa lembaga negara yang tidak di bawah daerah," kata Mahyudin usai membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Jawa Tengah, Rabu kemarin (26/10). Lembaga negara yang tidak berada di daerah [ selengkapnya ]

Mahyudin: Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Datar-Datar Saja

Wakil Ketua MPR Mahyudin menyoroti bidang ekonomi dan hukum selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK. Di bidang ekonomi, Mahyudin menilai cenderung datar saja. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Jokowi masih lambat. "Tapi kita tidak bisa menyalahkan Jokowi. Karena memang ekonomi dunia mengalami perlambatan dan ini mengakibatkan defisit anggaran," ujar Mahyudin. Wakil Ketua Dew [ selengkapnya ]

Mahyudin Minta Kosgoro Menjadi Pelopor Berpolitik Yang Baik di Masyarakat

MPR RI bersama Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 melaksanakan sosialisasi empat pilar, Rabu (19/10). Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan sosialisasi empat pilar ini cocok diberikan karena Kosgoro adalah ormas yang terintegrasi dengan partai politik. "Indonesia itu dasarnya pancasila. Terlebih lebih ketika menghadapi pesta demokrasi pilkada serentak, juga Jakarta, ya kita m [ selengkapnya ]

Mayoritas Sawit Nyaris Dikuasai Investor Asing, Ini Komentar Mahyudin

Wakil Ketua MPR Mahyudin menilai, sektor perkebunan saat ini masih dikuasai oleh pengusaha. Padahal seharusnya, rakyat diberikan porsi yang lebih besar daripada pengusaha. "Cara berpikir harus diubah. Perkebunan besar saat ini perbandingannya 80 persen investor, 20 persen untuk rakyat," kata Mahyudin, di Jakarta Bahkan, lanjut Mahyudin, investor perkebunan tersebut yang didominasi tanaman sawit l [ selengkapnya ]

Mahyudin: Jika Terancam, Ahok Bisa Laporkan Habib Rizieq

Ancaman yang dilakukan oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, bisa dibawa ke ranah hukum. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua MPR Mahyudin. Menurutnya, jika Ahok merasa terancam, dia bisa melaporkan balik Habib Rizieq ke pihak Kepolisian. "Ahok boleh melapor [ selengkapnya ]

Mahyudin: Masyarakat Antre Untuk Mendapat Sosialisasi Empat Pilar MPR

Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang terus dilakukan selama ini, mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat di seluruh Indonesia. "Salah satunya Kosgoro 1957 pada hari ini mendapatkan sosialisasi yang sempat tertunda lama karena menunggu antrean yang cukup panjang," katanya dalam sosialisasi Empat Pilar MPR kepada kader-kader Kosgoro 1957 di Jakarta, Rab [ selengkapnya ]

Mahyudin: Pemahaman Agama Sempit Picu Munculnya Radikalisme

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin menyebutkan salah satu tantangan bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju adalah masih adanya pemahaman masyarakat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang keliru sehingga memunculkan gerakan-gerakan radikal. "Radikalisme ini muncul karena adanya masyarakat yang masih memiliki pemahaman agama yang sempit serta pengamalannya lemah," kata Mahyudin ketika membuka [ selengkapnya ]

Mahyudin Sosialisasikan Empat Pilar MPR Kepada Kader-Kader Kosgoro 1957

Wakil Ketua MPR Mahyudin menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957. Dasar kegiatan ini selain amanah UU Nomor 17 Tahun 2014, juga dilatarbelakangi tantangan kebangsaan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik dari dalam maupun luar. "Tantangan tersebut antara lain masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, serta pemahaman agama yang sempit. Sehin [ selengkapnya ]