Porto

Hindari Kampanye Hitam, Mahyudin Dukung Pengawasan Media Sosial di Pilkada Jakarta

Wakil Ketua MPR Mahyudin, meminta praktik-praktik kampanye hitam (black campaign) dan SARA (suku, agama, ras, antar golongan) dihentikan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta. Sebab, keduanya itu tidak mendidik masyarakat DKI Jakarta. "Saya berharap para kandidat dan tim pemenangan menghentikan kampanye hitam dan SARA karena tidak mendidik," kata Mahyudin, usai memberikan sosialisasi Empar Pilar MPR kepada anggota pramuka kwartir cabang kabupaten Paser di Tanah Grogot, Paser Kalimantan Timur, Jumat (30/9).

Dalam pilkada DKI Jakarta, Kepolisian akan ikut memantau media sosial. Kepolisian bekerjasama dengan Twitter dan Kemenkominfo akan mengawasi akun-akun di media sosial yang menyebarkan hasutan, penghinaan, dan SARA. Maka, jika ada unsur pidana dalam penggunaan media sosial, maka polisi akan menindaknya. Karena itu, Mahyudin mendukung pengawasan terhadap media sosial dalam pilkada DKI Jakarta. 

Dia juga meminta para kandidat dan tim pemenangan bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat DKI Jakarta. "Pendidikan politik itu mencontohkan politik santun. Politik yang menjual fakta-fakta pembangunan dan mengedepankan program-program untuk masyarakat Jakarta," ujarnya. Dengan politik santun itu, lanjut Mahyudin, tim pemenangan kandidat dalam Pilgub DKI Jakarta tidak lagi menggunakan kampanye hitam di media sosial. "Kampanye hitam ini sama sekali tidak mendidik dan harus dihentikan. Ini untuk Jakarta yang lebih baik ke depan," pungkas Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar