Porto

Mahyudin Ajak Pesantren Waspadai Ancaman Narkoba dan Radikalisme

Di era modernisasi ini selain hal-hal positif yang bisa dimanfaatkan, di sisi lain banyak juga hal-hal negatif yang harus diwaspadai. Salah satunya waspada bahaya narkoba dan radikalisme. Narkoba saat ini tidak memilih korban, semua bisa terkena pengaruh jahatnya yang merusak terutama generasi muda. Bahkan, generasi muda di lingkungan agamis seperti pesantrenpun tak luput dari target para bandar narkoba untuk menancapkan pengaruhnya.


Wakil Ketua MPR RI Mahyudin sangat peduli bahaya narkoba yang banyak korbannya dari kalangan generasi muda. Seluruh elemen masyarakat menurutnya, harus mewaspadai bahaya narkoba minimal di lingkungan tempat tinggalnya.“Saya sendiri selaku Pimpinan MPR RI, dalam setiap lawatan kunjungan kerja ke berbagai daerah, selalu datangi pesantren-pesantren untuk menyampaikan bahaya yang dihadapi generasi muda bahkan di lingkungan pesantren dan menyatukan visi berdakwah memperbaiki akhlak generasi muda bangsa menjadi lebih baik,” ujarnya, usai bertemu ulama besar di Barabai Tanjung, Kalimantan Selatan, KH. Muhammad Bakhiet atau akrab disapa guru Bakhiet, di pesantren Nurul Muhibbin, Barabai Tanjung, Kamis 31 Maret 2016.


Masalah besar yang menghantui generasi muda Indonesia selain bahaya jahatnya narkoba adalah radikalisme. Untuk itulah, diberbagai kesempatan bertemu ulama-ulama besar di berbagai daerah seperti pertemuannya dengan Guru Bakhiet, politisi muda Golkar ini ingin menyamakan dan menyatukan visi agar dunia pesantren dan ulama sejalan dengan apa visi dan misi MPR dalam upayanya membentuk akhlak dan karakter generasi muda bangsa sesuai dengan agama dan nilai-nilai luhur bangsa. Kunjungan Mahyudin ke pesantren Nurul Muhibbin adalah dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wakil Ketua MPR RI di Kalimantan Selatan. Salah satu agenda utamanya adalah penyampaian Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para guru dan siswa-siswi SMAN 1 Tanjung.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar