Porto

Mahyudin: Ajaran Islam di Al-Azhar Sejalan Dengan 4 Pilar Kebangsaan

Ajaran Islam yang dipelajari masyarakat Indonesia di Mesir, khususnya mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo, sejalan dengan 4 Pilar Kebangsaan Indonesia. "Sehingga pemahaman tentang 4 pilar kebangsaan Indonesia sudah tidak diragukan lagi," ujar Wakil Ketua MPR RI Mahyuddin kepada media, Senin (28/11/2016).

Menurut Mahyudin, ulama-ulama Indonesia terdahulu yang belajar di Universitas Al-Azhar pada umumnya menyampaikan ajaran Islam yang moderat dan rahmatan lil'alamin di tengah-tengah masyarakat Indonesia. "Hal itu berbeda dengan mereka yang mengenyam studi Islam di beberapa negara selain Mesir," imbuh politisi muda Partai Golkar ini. 

Sebelumnya, Mahyudin menyampaikan pandangannya itu dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan RI di hadapan masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Mesir, yang dipandu langsung Duta Besar (Dubes) Helmy Fauzy, bertempat di KBRI Kairo, Sabtu (26/11/2016). Dalam sesi dialog, disampaikan penjelasan tambahan sebagai jawaban atas pertanyaan dan masukan dari peserta antara lain tentang pentingnya GBHN, keteladanan pejabat negara dan pemerataan kesejahteraan warga negara. 

Tentang pentingnya GBHN, Mahyuddin mengatakan bahwa MPR sedang menyusun haluan negara semacam GBHN yang akan dibahas bersama fraksi-fraksi di DPR. Untuk mengesahkan haluan negara seperti GBHN, ada mekanisme yang harus dijalankan dan sudah diatur dalam MPR. Salah satu tujuannya agar semua level pimpinan, mulai pusat sampai daerah, memiliki pedoman yang sama dalam menjalankan pembangunan.

Adapun mengenai keteladanan pejabat, sistem pemilu suara terbanyak saat ini berpengaruh dalam perekrutan calon anggota legislatif. "Kompetisi bebas seperti ini membutuhkan biaya kampanye yang sangat mahal, sehingga membuat pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, berpikiran pragmatis," terang legislator asal dapil Kalimantan Timur ini. Sementara itu, soal pemerataan kesejahteraan warga negara, diakui bahwa sebagai amanat Pancasila sila kelima belum semua terwujud. "Untuk merealisasikan hal ini, perlu kerja keras dari semua pihak," pungkas Mahyudin. 

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar