Porto

Mahyudin Anggap Penting Pengadaan Alutsista Baru dan Modern Untuk Menjaga Perbatasan

Anggota Komisi 1 DPR Mahyudin mengatakan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang baru dan modern penting terutama untuk menjaga perbatasan wilayah Indonesia. "Pengadaan alutsista baru harus disesuaikan dengan sifat pertahanan kita yang defensif aktif, yaitu bertahan namun aktif menjaga kedaulatan, terutama wilayah perbatasan," ujar Mahyudin yang juga Wakil Ketua MPR setelah melakukan sosialisasi empat pilar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Banten, Kamis.


Oleh karenanya, menurut Mahyudin, alutsista yang perlu diperbanyak adalah jenis pesawat dan kapal laut. Alutsista tersebut juga harus baru dan bukan hasil hibah. "Hal itu sudah dibicarakan dan dalam lima tahun ke depan akan ada peremajaan alutsista yang sudah terlalu tua," kata politisi muda Golkar itu.


Selain itu dia meminta pemerintah untuk memaksimalkan industri militer dalam negeri, seperti PT Pindad, yang bisa menghasilkan persenjataan kelas dunia. "Selama ini kita terlalu tergantung pada negara asing sebab di Indonesia masalah alutsista belum dianggap serius," ujar mantan Bupati Kutai Timur ini. Jika pemerintah tidak segera memperbaharui alutisista dirinya khawatir peristiwa jatuhnya pesawat militer seperti Hercules C-130 bernomor ekor A-1310 di Medan pada Selasa (30/6) bisa terulang.


Sementara, pada Kamis (2/7), Wakil Ketua MPR Mahyudin didampingi beberapa anggota MPR, melakukan sosialisasi empat pilar di kampus UIN Syarif Hidyatullah. Acara itu juga dihadiri oleh pejabat UIN Syarif Hidayatullah beserta para mahasiswa. Keempat pilar MPR RI itu adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. 

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar