Porto

Mahyudin Anggap Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Lebih Tepat

Kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar Mahyudin mendukung penerapan sistem pemilu proporsional tertutup. Sistem itu dinilai paling pas dan tepat untuk kondisi masyarakat Indonesia sekarang. "Sistem proporsional terbuka belum tepat waktunya. Ke depan, memang sistem itu yang didorong. Tapi saat ini, sistem tertutup yang lebih sesuai," kata Mahyudin di Jakarta, Kamis (21/4). Wakil Ketua MPR ini menjelaskan sistem proporsional terbuka belum tepat digunakan karena ekonomi Indonesia belum maju. Pendapatan per kapita tiap warga angkanya masih di kisaran US$ 3.000-4.000. Dalam pendapatan per kapita yang masih kecil seperti itu, masyarakat masih memikirkan urusan 'perut' atau urusan ekonomi. Mereka belum berpikir bagaimana menghasilkan demokrasi yang berkualitas.


Sebagaimana diketahui, sistem proposional terbuka menggunakan suara terbanyak. Artinya, yang lolos menjadi anggota parlemen adalah yang memiliki suara terbanyak pada saat pemilu. Sementara proposional tertutup adalah pemilu berdasarkan nomor urut. Artinya, yang menempati nomor urut satu atau dua, punya peluang besar terpilih dalam pemilu. Penentuan nomor urut ditentukan oleh partai politik (parpol). Sistem ini pernah dilakukan pada pemilu 1999 dan 2004. Namun dihentikan pada Pemilu 2009 karena ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan pemilu memakai sistem proposional terbuka atau suara terbanyak.


Mantan Bupati Kutai Timur ini menilai sistem pemilu saat ini sangat tidak adil. Pasalnya, pertarungan sangat terbuka, dilepas ke pasar bebas dan mengandalkan kekuatan modal. Akibatnya, hanya yang populer dan memiliki uang banyak yang akan menang. Sementara yang memiliki ide, pemikiran dan militansi, baik untuk partai maupun negara tidak terpilih dalam pemilu. Penyebabnya karena mereka tidak memiliki modal yang banyak. "Kita ingin memberi ruang kepada mereka yang punya kemampuan tetapi tidak punya modal. Mereka kebanyakan aktivis partai. Nah, sistem kombinasi akan mengakomodasi mereka," pungkas Legislator dari dapil Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar