Porto

Mahyudin Bicara Nasionalisme Dalam Film Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin memuji film-film bertema kepahlawanan karya anak bangsa seperti "Cut Nyak Dien" dan Pemberontakan G30S/PKI. "Saya tidak melihat dari sisi rekayasanya (film G30S/PKI), tapi di film ini Pancasila menang. Ada semacam rasa nasionalisme yang tergugah" tutur politisi muda Golkar asal Kalimantan Timur ini saat membuka acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Universitas Borobudur, Kamis (7/4/2016).


Mahyudin mengkritik film-film produksi sineas Indonesia yang saat ini cenderung mengangkat kisah tak penting dan teladan buruk, seperti perebutan harta warisan, pertikaian keluarga atau putri yang tertukar. Beda dengan film-film luar negeri, khususnya Amerika Serikat yang selalu membakar rasa cinta tanah air dengan berbagai film rekayasa penuh propaganda, seperti Rambo. "Sebenarnya kita bisa membuat film-film bermutu dengan tema nasionalisme. Entah kenapa jarang sekali karya anak bangsa seperti itu" kata Mahyudin.


Lebih lanjut, mantan Bupati Kutai Timur itu menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Dia mengaku bangga melihat bangsa Indonesia bisa bersatu. Kendati memang masalah kesejahteraan masih menghantui sebagian masyarakat Indonesia. Apalagi Pancasila itu adalah nilai-nilai lokal asli Indonesia yang menjadi perekat segala perbedaan. Mengingat, bila kita mengingat sejarah hampir semua pertikaian disebabkan adu domba pihak lawan.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar