Porto

Mahyudin: Bontang Miniatur Indonesia Harmonis Dengan Kebhhinnekaan

Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengajak pemuda-pemudi Bontang menggali kembali wawasan kebangsaan Indonesia dengan saling menjaga keutuhan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Pernyataan itu disampaikan saat membuka sosialisasi Empat Pilar MPR kepada masyarakat Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (17/11/2016) bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bontang.

Penggalian wawasan kebangsaan tersebut, kata Mahyudin, untuk menjadi bekal bangsa Indonesia khususnya generasi muda melewati sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti kecenderungan ditinggalkannya prinsip ekonomi Pancasila. "Ekonomi Pancasila semakin ditinggalkan, perlahan cenderung ke ekonomi kapitalis. Ini yang harus kita perbaiki agar kembali menjadi ekonomi kerakyatan, yakni Ekonomi Pancasila," katanya di hadapan ratusan peserta yang dipadati mahasiswa dan pelajar.

Lebih lanjut Mahyudin mengatakan, Bontang ini miniatur Indonesia, dimana banyak penduduknya dari Jawa, Sunda, Dayak dan lain sebagainya. "Tapi Alhamdullilah tiada pertentangan perbedaan suku maupun agama, karena orang Bontang hidup dengan Pancasila yang didalamnya ada bhinneka tunggal Ika," ungkap politisi muda Partai Golkar itu. Mantan Bupati Kutai Timur ini juga menyoroti perlunya semangat menjaga kebhinnekaan, yang perlahan semakin tergerus dengan meruncingnya sentimen-sentimen anti toleransi di tengah masyarakat  karena ulah pihak-pihak tidak bertanggung jawab. 

Sementara itu, Wakil Walikota Bontang Basri Rase mengajak para peserta berefleksi atas sejumlah ujian terhadap kebangsaan Indonesia, seperti polemik penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan peristiwa pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda, Kaltim, baru-baru ini. "Kian hari kita semakin dihadapkan dengan berbagai peristiwa yang menguji kebangsaan kita, seperti kasus Ahok dan peristiwa bom di Samarinda. Itu seharusnya menjadi pelajaran agar kita semakin erat dan kuat sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar