Porto

Mahyudin Dan HKTI Bertekad Meningkatkan Daya Saing Petani Indonesia

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) terus berupaya meningkatkan daya saing petani lokal, agar di masa mendatang bisa lebih mandiri dan sejahtera. Salah satunya dengan menerapkan teknologi dalam modernisasi alat-alat pertanian, sehingga dapat menekan biaya produksi menjadi lebih murah. "Kita mendukung kalau Mentan misalnya membatasi impor-impor pangan, seperti kedelai, jagung, beras. Ini bisa mengoptimalkan produk petani kita," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Mahyudin dalam acara buka puasa bersama di Senayan Golf Club, Jakarta, Minggu (19/6/2016).

Dia menjelaskan, ke depan, petani Indonesia dapat menerapkan teknologi dalam berproduksi seperti menanam dan memanen padi di sawah. Menurut Mahyudin, data Kementerian Pertanian menyebut bahwa dengan bantuan mesin bisa menekan biaya produksi hingga 40 persen dibandingkan secara manual. "Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi produk-produk pertanian dari luar yang membanjiri negara kita, karena produk pertanian negara kita sudah lebih murah, lebih efisien. Secara otomatis tidak marketable lagi bagi pasar luar negeri ke Indonesia," ujar Wakil Ketua MPR RI ini.

Menurut Mahyudin, petani Indonesia kalah dalam hal pemanfaatan teknologi. Karenanya, tidak heran jika produk pertanian dari luar negeri bebas beredar di pasaran dengan harga lebih murah lantaran diproduksi menggunakan bantuan mesin. Hal itu menjadi kendala yang dialami petani Indonesia. Untuk itu, dia menilai, nantinya para petani dapat dikumpulkan menjadi satu dalam proses produksi, seperti membentuk kelompok tani. HKTI sendiri menjembatani ke pemerintah untuk membantu petani seperti dalam hal penyediaan benih, pembuatan kandang, sampai lahan untuk menanam rumput.

"Saya kira ke depan kita pasti bisa swasembada daging dan kita tidak perlu tergantung pada daging impor karena produksi bisa lebih murah. Kemudian pertanian, menanamnya tak harus pakai bajak kerbau lagi, tapi pakai traktor. Pasti biayanya bisa lebih murah, kemudian produktivitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi di masa mendatang," pungkas mantan Bupati Kutai Timur ini.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar