Porto

Mahyudin Desak Pemerintah Tindak Tegas Pengoplos Pupuk Subsidi

Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Mahyudin menegaskan pelaku mafia pupuk harus ditindak secara tegas. Bahkan dirinya meminta pihak berwenang segera menelusuri pengoplosan pupuk bersubsidi. Dia berharap pihak kepolisian tidak boleh pandang bulu menindak pelakunya. Mahyudin menyebutkan akibat pengoplosan pupuk sangat merugikan petani. "Mafia pupuk harus diberantas, ini merugikan petani,” tegas Mahyudin sesaat setekah membuka Musyawarah Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bangka Belitung (Babel) di Kota Pangkalpinang, Senin (24/10). Selain itu dia juga mengharapkan pupuk subsidi tepat sasaran.


Meski demikian, Mahyudin baru mengetahui apabila ada pupuk bersubsidi dioplos, setelah mendengar keluhan petani saat mengunjungi lahan bekas tambang di Belitung Barat, Ahad (23/10). Karena itu Mahyudin akan melakukan investigasi terhadap aduan soal pupuk oplosan tersebut. Akibat ulah para mafia, kualitas pupuk bersubsidi pun berbeda dengan pupuk non subsidi dan menyebabkan tumbuhan rusak. "Padahal seharusnya kualitas pupuk subsidi tidak berbeda dengan non subsidi," tambahnya.


Mahyudin yang juga ketua umum HKTI, berharap pemerintah dan petani bersinergi mewujudkan kedualatan pangan. Menurutnya seharusnya Indonesia mampu mewujudkan hal itu, karena diuntungkan kondisi alam yang  memiliki curah hujan cukup dan panas sinar matahari melimpah, hingga bisa bercocok tanam sepanjang tahun. Namun sangat disayangkan hingga saat ini Indonesia masih impor pangan dari negara lain. "Mirisnya memang, tapi kita tidak boleh menyerah, petani harus bangkit. Pada orde baru saja kita bisa swasembada pangan, artinya itu bisa kalau pemerintah serius," ungkap Mahyudin.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar