Porto

Mahyudin: Hukum Mati Gembong Narkoba!

Dalam RUU KUHP DPR mengusulkan agar para gembong narkoba tidak perlu dihukum mati. Terhadap usulan tersebut, Wakil Ketua MPR Mahyudin tegas menolaknya. Menurut Mahyudin, eksekusi mati sudah bagus, karena dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar. “Lima puluh orang lebih perhari meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. Sehingga sudah pantas, para bandar narkoba itu dijatuhi hukuman mati. Karena mereka merusak hidup generasi muda,” kata Mahyudin saat ditemui usai berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Muhibbin di kawasan Barabai, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (31/3).


Menurut politisi muda Golkar ini, sudah sangat pantas jika bandar narkoba dijatuhi hukuman mati, karena mereka berpesta pora di atas penderitaan para korban penyalahguna narkoba. Karena itu, pihaknya tetap mendukung adanya pelaksanaan hukuman mati terhadap para bandar besar narkoba. Terkait cara mengantisipasi praktek penyalahgunaan narkoba di pondok pesantren, Mahyudin mengatakan kasus itu sangat kasuistik.Meski begitu, mantana Bupati Kutai Timur ini sangat berharap agar pondok pesantren tetap menjaga dakwah dan tidak mengajarkan paham radikal. “Mengajarkan umat beragama sesuai ajaran Pancasila, yang menghormati adanya toleransi antar umat beragama,” kata Mahyudin.


Seperti diketahui, ada dugaan DPR akan mempersulit pelaksanaan hukuman mati bagi para bandar narkoba asalkan mereka berkelakuan baik, ada alasan pemaaf, menyesali perbuataannya dan tidak berdampak luas di masyarakat. Namun usulan tersebut, ditolak oleh Hakim Agung Gayus Lumbuun. Menurut Gayus, usulan tersebut, sama saja dengan mengubah putusan hakim dan membelenggu daya kreasi hakim.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar