Porto

Mahyudin: Ideologi Hebat, Pancasila Jadi Pembeda Dari Negara Lain

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta mengadakan kerja sama dengan MPR untuk menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar MPR pada 26 Juni 2015 di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan buah dari diskusi yang sebelumnya dilakukan secara internal diantara mahasiswa. Mahasiswa sepakat menggelar diskusi tentang penguatan Pancasila sebagai ideologi negara di tengah maraknya intoleransi.  "Untuk itu kami bersinergi dengan MPR untuk melakukan sosialisasi," ujar ketua pelaksana, Khatibul Umam.


Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Mamun Murod sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Dirinya berharap agar sosialisasi ini terus dilakukan di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dirinya menegaskan Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari, jangan hanya retorika. Mamun mengkritik bahwa pemerintah saat ini telah banyak melanggar konstitusi, seperti banyaknya subsidi yang sudah dan hendak dicabut oleh pemerintah padahal keberadaan subsidi dijamin dalam konstitusi.


Mamun mengatakan hal ini merupakan sebuah keprihatinan. Ditegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi negara yang mengedepankan prinsip gotong royong. "Ini yang harus menjadi pijakan," ujarnya. Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa itu, Mahyudin memaparkan sejarah Pancasila. Dikatakan Pancasila-lah yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Disebutkan bahwa Pancasila tidak mengacu pada dua kutub ekonomi dunia, kapitalis dan sosialis. 


Mahyudin menjawab kritik dari Mamun tadi soal pencabutan subsidi. Menurut Mahyudin seharusnya orang kaya dipajaki dan orang miskin disubsidi. "Pancasila itu hebat," ujarnya namun dirinya mengakui bangsa ini kurang istiqomah, kurang konsisten dalam melaksanakan Pancasila.Untuk itulah dengan sosialisasi diharapkan bangsa ini bisa konsisten dalam melaksanakan Pancasila.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar