Porto

Mahyudin Imbau Transparansi Dana Kampanye Paslon di Pilkada DKI Jakarta

Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar; Mahyudin meminta, tiga pasangan calon di Pilkada DKI transparan ungkap dana kampanye mereka. Ini dimaksudkan agar sumber-sumber pendanaan kampanye bisa diketahui publik dan tidak menimbulkan rasa curiga. ''Harusnya transparan, sumber dana kampanye harus lebih terbuka dan jujur,'' kata Mahyudin, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/9). Paslon mesti melaporkan sumber dana yang di dapat, serta digunakan untuk apa dana tersebut. 

Selama ini, menurut Mahyudin, audit yang dilakukan belum sempurna. Namun, sekarang sudah semakin baik. Maka, Mantan Bupati Kutai Timur itu menegaskan dana kampanye harus transparan. Bahkan, undang-undang (UU) juga sudah mengatur jumlah maksimal pengusaha atau orang yang ingin menyumbang. Transparansi dana kampanye dilakukan untuk menghindari pejabat negara korupsi. 

Menurutnya, korupsi bukan hanya terjadi ketika seseorang menjadi pejabat lalu menerima sejumlah uang dari pengusaha untuk proyek tertentu. Namun, korupsi bisa juga terjadi kepada seseorang yang belum jadi pejabat, tapi menerima uang dari pengusaha untuk kepentingan pemenangan calon kepala daerah. ''Jadi sumber itu harus terbuka. Ketika orang menerima sumbangan mengingat karena orang tersebut mampu mempengaruhi keputusan, itu sama saja korupsi cuma bayarnya didepan sebelum jadi. Kalau terpilih, dia jadi nanti mencari duit,'' ucapnya.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar