Porto

Mahyudin Ingin Wilayah Perbatasan Seperti Kalimantan Utara Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Selepas bertemu ratusan petani Kalimantan Utara di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, 10 Desember 2016, Wakil Ketua MPR Mahyudin kepada para wartawan mengungkapkan, provinsi baru ini sangat kaya sehingga mayoritas warganya bekerja di sektor pertambangan. "sedikit yang bekerja di sektor pertanian," ujar politisi muda Partai Golkar ini. Mahyudin mengingatkan bahwa sektor pertambangan kelak akan habis. Untuk itu dirinya mendorong agar masyarakat mulai melirik sektor pertanian. "kita perlu serius untuk membina petani," kata Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini. 

Mahyudin dalam kesempatan itu mengungkapkan ada hal yang perlu dibenahi. Menurut legislator asal dapil Kalimantan Timur ini, kita terlalu kaku dalam mengatur tata ruang. Dicontohkan, Pulau Sebatik wilayahnya terbagi menjadi dua negara, Indonesia dan Malaysia. Pulau Sebatik wilayah Malaysia dijadikan lahan sawit, sedang Pulau Sebatik wilayah Indonesia masuk tata ruang hutan. Ada perkebunan sawit namun sedikit dan milik masyarakat. "perkebunan sawit di Pulau Sebatik wilayah Indonesia adalah perkebunan rakyat," paparnya. Hasil perkebunan sawit milik petani Indonesia dijual ke Malaysia. "Akhirnya Malaysia yang mendapat keuntungan," ungkapnya. 

Menurut Mahyudin hal ini harus diselesaikan. Tata Ruang harus diperbaiki. Mahyudin ingin wilayah Indonesia di perbatasan, Kalimantan Utara, harus dijadikan kawasan ekonomi khusus untuk pertumbuhan ekonomi. "Sehingga bisa memiliki daya saing melawan ekonomi Malaysia," pungkas mantan Bupati Kutai Timur ini.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar