Porto

Mahyudin: Kondisi Politik Ibarat Berjuang Di Lapangan Becek, Mudah Terpeleset

Kandidat calon ketua umum Partai Golkar Mahyudin menyatakan bahwa kondisi politik di Indonesia ibaratnya masih berjuang di lapangan becek, akan membuat seorang politisi yang duduk di parlemen atau pemerintahan rentan menjadi koruptor. “Ya kita beda kondisinya dengan Australia. Kita ini istilahnya berjuang, beri beras baju uang kepada rakyat, terus bertarung di lapangan becek mudah terpeleset. Dan biaya politik sangat tinggi. Maka yang di parlemen dan pemerintahan ingin balik modal, korupsi lah,” kata Mahyudin dalam diskusi politik di Jenggala Center, Kebayoran Baru, Rabu (20/4).


Sementara di negara-negara maju seperti Australia, pemilih akan bertanya ide dan gagasan apa yang kita tawarkan. Sedangkan di Indonesi, para pemilih akan bertanya apa yang kita bisa serahkan dan berapa banyak uang yang akan diberikan. Mereka bahkan tak ingin tahu apa ide dan gagasan yang kita tawarkan. “Kondisi demikian membuat calon yang memiliki lebih banyak materi akan unggul dan memenangkan kontestasi. Tapi imbasnya, saat berkuasa mereka akan mencari cara untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan cara korupsi!” Mahyudin menjelaskan.


Menurut Mahyudin, kondisi ini harus dicegah melalui Pemilu Legislatif dengan sistem proporsional tertutup, yang berbiaya lebih murah. “Hal ini karena kultur korupsi politik kita sudah parah, jangan dibiarkan terus,” kata Wakil Ketua MPR ini. Dengan mencalonkan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar, Mahyudin sudah siap menang ataupun kalah. Di depan forum Jenggala Center, Mahyudin berjanji kalau kalah pun nantinya dia tidak tergoda iming-iming pindah parpol lain. “Saya konsisten tetap di Golkar,” kata dia.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar