Porto

Mahyudin Lantik HKTI Banten Bertepatan Dengan Ultah Ke-43 HKTI

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mahyudin merasa prihatin dengan nasib petani di Indonesia yang terus terpinggirkan. Menurutnya, petani di Indonesia bukanlah petani yang sebenarnya. Mereka hanyalah buruh tani, karena tidak memiliki lahan dan hanya sebagai penggarap. Bukan saja karena tak memiliki lahan sendiri, tapi memang ahan pertanian juga semakin berkurang.


“Kami mengaharapkan agar di Banten ini diterbitkan perda mengenai ahli fungsi lahan. Pemerintah juga harus mengkalkukasi rasio kecukupan lahan pertanian. Nanti petani harus diberikan lahan. Jangan hanya perusahaan atau investor-investor besar yang diberikan. Kalau lahannya bagus, teknologinya cukup, dan adanya dorongan dari pemerintah, saya pastikan petani kita sejahtera,” papar Mahyudin saat pelantikan pengurus HKTI Provinsi Banten periode 2016-2021, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (27/4). 


Pelantikan pengurus HKTI Provinsi Banten hari ini sekaligus Hari Ulang Tahun ke-43 HKTI. Turut hadir Asda II Pemprov Banten Eneng Nurcahyati, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, perwakilan unsur Polri dan TNI. Pada bagian lain, Mahyudin yang menjabat Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, masih banyak warga yang belum merasakan adil dan makmur di negara yang merdeka dan kaya raya ini. Kondisi ini banyak dari kalangan petani. “HKTI didirikan untuk memperjuangkan semangat para petani yang ingin hasil taninya lebih baik dan kesejahteraannya meningkat,” ungkapnya.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar