Porto

Mahyudin Mendukung Langkah TNI dan BNN Melaporkan Haris Azhar ke Bareskrim POLRI

Wakil Ketua MPR Mahyudin menilai wajar jika TNI dan BNN melaporkan koordinator Kontras Haris Azhar ke Bareskrim POLRI terkait tulisan di sosial media 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit'. Sebab, Indonesia adalah negara hukum sehingga kasus tersebut selayaknya diproses secara hukum. ''Buktinya juga belum ada, cerita Freddy itu cuma sepihak karena yang bersangkutan sudah dihukum mati. Cerita itu juga bisa saja direkayasa, biar hukum yang menguji, siapa yang benar dan siapa yang salah,'' kata Mahyudin di Gedung DPR/ MPR Senayan, Kamis (4/8).

Wakil Ketua Dewan Pembina ini melanjutkan, jika cerita itu benar tentu oknum yang terlibat harus dihukum. Namun, bila cerita tersebut tidak benar, maka bisa berdampak pada pencemaran nama baik. Namun, Mahyudin memprediksi ketiga institusi yang melaporkan Haris sangat besar kemungkinannya untuk menang. Sebab, Haris dinilai tidak punya bukti untuk menguatkan tulisannya yang berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit' itu. ''Nanti pengadilan yang memutuskan, apakah ini fitnah, apakah ada pelanggaran hukum yang terjadi, biar pengadilan yang membuktikan,'' ujarnya.

Menurut legislator dari dapil Kalimantan Timur itu, kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, bahwa informasi yang belum benar apalagi hanya isu, jangan sembarang disebarkan. Untuk diketahui Haris dilaporkan ke Bareskrim POLRI dengan nomor 781/VIII/2016/Bareskrim tanggal 4 Agustus 2016 lalu atas dugaan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik melalui media  cetak dan elektronik (media sosial). 
Seperti diketahui, pasca eksekusi mati terhadap gembong Narkoba Freddy Budiman, koordinator Kontras Haris Azhar mempublikasikan tulisan berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit. Tulisan itu memuat keterlibatan oknum-oknum POLRI, BNN dan TNI dalam bisnis narkoba. Bahkan disebutkan mereka menerima uang hingga miliaran rupiah dari Freddy Budiman.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar