Porto

Mahyudin: Pesantren Itu Benteng Terakhir Akhlak Bangsa Di Tengah Globalisasi

Pimpinan MPR RI punya kewajiban yang hampir sama dengan para kiai, da'i dan guru agama, yaitu berdakwah. Hanya isi dakwahnya mengenai wawasan kebangsaan, mengajak masyarakat untuk memahami dan mengamalkan 4 pilar, yaitu: Pancasila, UUD 1945, keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR, Mahyudin dalam sambutannya pada  Peringatan Isra Mi'raj dan menyambut Ramadhan 1436 H di Pondok Pesantren Ummul Quro, Pondok Cabe pada hari Minggu, 14 Juni 2015.


"Para pendakwah wajib menyampaikan walau sedikit apa yang sudah menjadi tugasnya. Oleh karena itu, saya beserta 692 orang anggota MPR RI berkeliling Indonesia untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila", ucap Mahyudin. Dia juga mengajak hadirin untuk tidak melupakan arti penting Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, pondok pesantren adalah tempat pendidikan sekaligus penyiaran Islam sehingga menjadi tempat yang strategis untuk menanamkan semangat kebangsaan dan semangat cinta tanah air.

 

"Saya senang mengunjungi pesantren karena pesantren adalah benteng terakhir yang menjaga akhlak bangsa yang semakin tergerus arus globalisasi", ucapnya. Terakhir, Mahyudin mengharapkan pesantren-pesantren tetap memberikan tausiah dan bimbingan untuk menjaga Bangsa Indonesia tetap di jalur akidah.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar