Porto

Mahyudin: Petani Harus Menjadi Tuan Rumah Di Negerinya Sendiri

Di hadapan ratusan petani yang berkumpul di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, 10 Desember 2016, Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan, Indonesia berada di bawah garis khatulistiwa sehingga hanya memiliki dua musim. "kita beruntung tak seperti negara yang hanya memiliki gurun atau negara yang berada di kutub," ujarnya. Di negara Eropa, untuk bercocok tanam saja mereka harus menunggu musim semi dan musim panas. "Saat musim dingin mereka tak bisa bercocok tanam," kata Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini.

Lebih lanjut dikatakan, berada di khatulistiwa maka matahari bersinar sepanjang musim sehingga Indonesia kaya sumber energi. "air dan matahari melimpah," ujarnya. untuk itu dirinya menyatakan kalau sektor pertanian tak maju itu merupakan kesalahan kita. Mahyudin heran ketika bangsa ini masih mengimpor berbagai kebutuhan pangan seperti kedelai, jagung, singkong. "bahkan cangkul pun impor," sesalnya. "ini sebuah keanehan," tambah legislator asal dapil Kalimantan Timur ini.

Menurut Mahyudin bangsa ini tak pernah fokus dalam membangun dunia pertanian. Menurutnya, ada yang salah dalam road map pertanian. "Mungkin kita terlena dengan kekayaan alam yang melimpah," papar Ketua Umum DPN HKTI ini. Dirinya menegaskan agar kita membangun daerah dengan sektor yang bisa diperbarui. dipaparkan sektor sawit di Indonesia sangat bagus. Selain bisa dipakai untuk produk makanan juga bisa untuk bioenergi. "Kita punya lahan sawit, sayang dikuasai pemodal besar. Sedang petani lahannya kecil," paparnya.

Mahyudin menegaskan, petani harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dan, pemerintah harus membuat program yang fokus dan prioritas. "jangan mengawang-awang," ujarnya. "kalau kita fokus maka kita tak perlu mengimpor kebutuhan pangan," pungkasnya.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar