Porto

Mahyudin: Petani Indonesia Bisa Bangkit dan Sejahtera

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Mahyudin yakin petani akan bangkit jika cita-cita kedaulatan pangan dapat berjalan sinergis antara petani dengan pemerintah. "Kalau serius petani kita bisa bangkit dan sejahtera. Ini adalah panggilan jiwa guna membangun petani yang lebih baik," ujar Mahyudin, saat membuka Musyawarah HKTI Propinsi Bangka Belitung (Babel), di Hotel Soll Marina, Senin (24/10) kemarin.

"HKTI harus menjembatani petani kita dengan pemerintah untuk membina kelompok tani. HKTI harus aktif mengawasi pupuk subsidi sampai ke petani," tegasnya. HKTI Babel, saat ini dicontohkan Mahyudin telah melakukan upaya pemanfaatan lahan eks tambang dengan menanam rumput gajah. Hasilnya pun menurut Wakil Ketua MPR RI itu cukup baik, sehingga dapat menjadi rujukan petani lainnya untuk dapat memanfaatkan lahan yang ada. "Saya dengar juga rencana Ketua HKTI Babel untuk membangun pabrik tapioka, semoga berhasil dan dapat membina serta membantu petani dengan harga yang kompetitif," terangnya.

Wahyudi, Ketua HKTI Babel dihadapan para tamu, seperti Sekjen HKTI, Irjen Pol Erwin Tobing, dan perwakilan HKTI se-Babel mengharapkan Musprov dapat menghasilkan rekomendasi yang menyejahterakan petani Babel. "Semoga dapat merumuskan program dan kebijakan HKTI menuju kesejahteraan," ujarnya dalam sambutan pembukaan Musprov. Musprov itu sendiri menghasilkan kesepakatan secara aklamasi kepada Mulyadi sebagai Ketua DPP HKTI Babel dan Jauhari sebagai sebagai Sekjen HKTI Babel selama 5 tahun ke depan.

Sementara, Staff Ahli Setda Babel, M. Cholil yang mewakili Gubernur Babel menyambut baik kegiatan tersebut. "Diharapkan mencapai program secara sinkron dan sinergi berkesinambungan. Dan dapat memberikan kemajuan bagi petani. HKTI tidak boleh diasingkan dan harus didukung tata kelola modern agar dapat memanfaatkan fungsi strategis mengerahkan kemandirian," tandasnya.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar