Porto

Mahyudin Sedih Terkait Operasi Tangkap Tangan Panitera PN Jakpus

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin ST, MM mengaku sedih mendengar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Panitera PN Jakpus Nur Hadi.  Menurut Mahyudin, kejadian itu sangat memalukan. Semakin membenamkan peradilan Indonesia dan menimbulkan rasa ketidakpercayaan yang makin besar.  Pernyataan itu disampaikan Mahyudin usai membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Nasional, Jakarta, Kamis (21/4).  Karena itu politisi muda Golkar ini meminta para pejabat publik mengambil pelajaran dan tidak melanjutkan aksi korupsi yang dilakukan selama ini. 

Selain menimbulkan aib dan malu, korupsi juga merugikan bangsa dan negara.  "Tolong para pejabat publik pekerjaan tidak terpuji itu harus dihentikan. Karena penghasilan yang didapat dari negara sudah baik", kata Mahyudin. Ke depan mantan Bupati Kutai Timur ini berharap pengawasan di
lingkungan pemerintahan patut ditingkatkan. Dan upaya-upaya melakukan reformasi birokrasi juga harus ditingkatkan. 


"Jangan sampai pameo bahwa peradilan, tajam ke bawah tumpul ke atas, itu  makin diyakini masyarakat.  Karena itu hentikan korupsi, bukan saja di peradilan, tetapi juga di seluruh sektor pemerintahan,", lanjut Mahyudin. Legislator dari dapil Kalimantan timur ini menilai, kasus demi kasus yang menimpa lembaga penegak hukum akan membuat kepercayaan masyarakat menurun. Jika itu terjadi, maka bisa berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar