Porto

Safari Politik Ke Golkar Bali, Ini 5 Hal Penting Yang Disampaikan Mahyudin Ke Para Kader

Diantara kesibukannya menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua MPR, Mahyudin masih menyempatkan diri untuk melakukan safari politik ke Bali, Minggu (24 April 2016). Kehadirannya untuk memenuhi undangan DPD I Golkar Bali menyampaikan misi-visi sebagai kandidat calon ketua umum Partai Golkar sekaligus bersilaturahmi dengan para pengurus DPD I dan DPD II Golkar sepropinsi Bali. Mahyudin didampingi istrinya yang juga legislator dari dapil Kalimantan Tengah; Agati Sulie, Kedatangan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar ini disambut oleh Sekretaris DPD I Golkar Bali; I Nyoman Sugawa dan Wakil Ketua Bidang OKK DPD I Golkar Bali; I Gusti Putu Wijaya.


Sejak mendeklarasikan diri pada 13 Februari 2016 yang lalu, Mahyudin sudah melakukan safari politik ke 16 propinsi dan berjumpa dengan 270 pengurus DPD I dan DPD II sebagai pemilik suara sah di Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) nanti. Bali, adalah propinsi ke-17 yang disambanginya. Dalam kesempatan kemarin, ada 5 hal penting yang disampaikan mantan Bupati Kutai Timur tersebut dalam ramah tamah di Kantor DPD I Golkar Bali di Denpasar.


Pertama, Siap menang dan siap kalah. “Jika saya menang maka saya akan merangkul semua pihak agar soliditas Golkar dan solidaritas kader terjaga sehingga partai tetap akan menjadi besar” kata Mahyudin. Sedangkan bila kalah, Mahyudin mengaku siap jika kapanpun harus dicopot dari jabatannya. “Menang kalah itu konsekuensi biasa dalam sebuah kontestasi. Saya tidak takut.” ungkapnya. Yang jelas, menurutnya dia takkan pindah partai atau buat partai baru bila ternyata kalah.


Kedua, Merubah citra Golkar menjadi partai yang bersih dan santun. “Kalau menang, saya akan melakukan bersih-bersih. Jangan sampai partai jadi sarang koruptor” kata Ketua Umum HKTI ini. Dengan konsep Rebranding, Mahyudin berjanji merubah citra partai demi kejayaan Partai Golkar. “Bersih dan santun itu dimulai dari Munaslub. Makanya saya menolak money politics yang merendahkan marwah partai dan menghancurkan moral kader. Saya juga menolak black campaign” katanya.


Ketiga, Golkar harus kembali menjadi Nomor Satu. “Golkar dibawah pak Akbar Tandjung pernah menjadi nomor satu. Menang di 26 dari 33 propinsi. Saya yakin bisa melakukan apa yang pernah dilakukan beliau” ungkap Mahyudin dengan yakin. Menurutnya, potensi para kader Golkar sungguh luar biasa. Hanya perlu sebuah kepemimpinan yang tepat untuk mengelolanya. “Dengan sistem meritokrasi obyektif, saya optimis dapat menggali potensi tiap kader untuk diberdayakan sebesar-besarnya menjadikan Golkar kembali jaya” kata pria dengan hobi berkebun ini.


Keempat, Presiden harus dari Partai Golkar. “Golkar harus merebut posisi presiden atau wakil presiden. Golkar harus jadi The Rulling Party” kata Mahyudin. Menurutnya, kader-kader akar rumput sudah lama merindukan capres ataupun cawapres dari kader internal Partai Golkar. Bukan sekedar menjadi partai pengusung atau pendukung. “Golkar tidak pernah kekurangan kader. Banyak kadernya yang berkualitas dan layak untuk dimajukan baik sebagai capres ataupun cawapres” kata Insinyur lulusan Universitas Lambung Mangkurat ini.


Kelima, Menghapuskan mahar politik kepada para calon pilkada yang diusung dan didukung oleh Golkar. "Yang paling tahu kondisi di daerah adalah pengurus dan kader. Jangan sampai ketika kader ingin maju dalam pilkada justru dimintai mahar. Kalau saya terpilih jadi Ketua Umum, saya jamin tidak ada itu," kata Mahyudin. Bahkan menurutnya kalau perlu DPP akan sekuat tenaga memenangkan kader internal yang diusung dalam Pilkada.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar