Porto

Sosialisasi Di Ponpes Asy-Syafiiyah, Mahyudin Tegaskan Pancasila Sinkron Dengan Islam

Wakil Ketua MPR, Mahyudin memberikan sosialisasi empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan ‎ Bhinneka Tunggal Ika di Pesantren Khusus Yatim As-Syafi'iyah. Para peserta yang terdiri dari para pelajar ini sangat antusias mendengarkan penjelasan Mahyudin. Politisi muda Golkar ini memaparkan secara gamblang dengan bahasa yang dipahami mereka. Hadir dalam acara itu, pimpinan pondok pesantren As-syafi'iyah, Dailami Firdaus. Dailami yang akrab disapa Bang Ferdi ini adalah legislator DKI Jakarta dan putra pendiri yayasan pendidikan As-syafi'iyah, Tuty Alawiyah.


Terkait dengan DPR dan MPR, menurut dia, saat ini MPR misalnya berbeda tugas dan fungsinya dengan zaman Orde Baru. MPR kala itu, ujarnya sebagai lembaga tinggi negara. "MPR saat ini bukan lagi lembaga tertinggi negara dan bertugas memilih Presiden dan Wakil Presiden. Di era reformasi, MPR  tidak lagi sebagai lembaga tinggi negara dan tidak memilih Presiden dan Wakil Presiden," kata mantan Bupati Kutai Timur ini.

 

Dia menambahkan Presiden dan Wakil Presiden pun dipilih oleh rakyat. Dan menurut dia lagi, tugas MPR saat ini adalah menyosialisasikan empat pilar, membuat kajian tatanegara, menyerap aspirasi masyarakat, merubah UUD 1946 dan melantik presiden dan wakil presiden. "Presiden dan wapres bisa diberhentikan MPR kalau melanggar hukum seperti korupsi dan melakukan perbuatan yang membahayakan keselamatan negara," katanya.


Terkait dengan Pancasila,‎ Mahyudin mengatakan kalau rakyat Indonesia patut bersyukur. Bangsa Indonesia sebagai negara yang penduduknya mayoritas Islam, memiliki Pancasila sebagai ideologi negara. "Sebagai alat pemersatu bangsa, Pancasila menjadi sink‎ron dengan Islam. Karenanya kita patut bersyukur karena di negara Arab, yang merupakan negara Islam, mengalami gejolak perpecahan dan perang,"ujar Mahyudin lagi. ‎Di sisi lain, Islam di Indonesia sangat toleran. "Itulah sebabnya Indonesia menjadi negara besar karena nilai-nilai toleransi yang sinkron dengan Pancasila," pungkas anggota DPR dari dapil Kaltim ini.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar